Cara Stop Peduli Sama Omongan Orang Lain

Di post ini gw bahas sebuah teknik, suatu cara agar lo bisa berhenti peduli sama omongan orang lain.

Pertama-tama, Seneca, filsuf stoikisme terkenal yang hidup ribuan tahun lalu pernah bilang

“Tunjukin ke saya seorang pria yang bukan budak, yang satu budak dari nafsunya, yang satunya budak dari kemarukannya, yang lainnya budak ambisi, semua pria budak dari rasa takutnya”

Gw mau menambahkan disini kalau ada juga spesies pria yang merupakan budak dari perkataan orang lain.

Apakah lo budak dari omongan orang lain?

Kita hidup di era yang sudah sangat terkoneksi.

Semakin kesini semakin lupa orang-orang bahwa ada suatu kata di kamus besar bahasa indonesia yang namanya, privasi.

Kemajuan internet membuat sekat privasi antar satu orang ke orang lainnya jadi memudar dan semakin tembus pandang.

Hasilnya, akses bagi orang lain untuk komentar ke diri lo kita semakin terbuka lebar dan dari segi kecepatannya pun instan.

Nah ini bahaya banget.

Waktu lo terlalu berharga

Terutama kalau terlalu peduli sama omongan para manusia yang sudah lo tahu kalau mereka itu hidupnya aja nggak menarik.

Yang paling mengerti tentang diri lo itu ya diri lo sendiri. Lo mau ngapain, lo mau ngelakuin ini, ngelakuin itu, mengekspresikan diri sesuai bakat alami, lo sudah paham apa hal yang bikin lo menjadi individu yang otentik dan unik.

Tapi masalahnya, judge dari orang lain masih terlihat menakutkan.

Jangan peduli omongan orang lain

Untuk menjadi versi ter-badass dari diri lo, pertama lo harus bisa mencapai kondisi dimana lo bener-bener udah mampu don’t give a f*ck at all sama apa yang orang lain pikirkan tentang diri lo.

Percayalah sama gw lo akan terlihat jauh lebih keren dan mengintimidasi karena lo menolak tunduk sama konsensus yang mereka buat.

Mereka akan berpikir kalau lo bukanlah seekor domba yang bisa dimasukkan ke kawanan untuk diiring. Lo akan l disegani karena lo orangnya sulit di kontrol. 

Don’t Commit to Anyone

Di buku 48 Laws of Power karya Robert Greene spesifiknya di aturan ke-20 menjelaskan secara sempurna akan betapa pentingnya lo harus stay independence mendengarkan diri lo sendiri dibandingkan mendengarkan perkataan orang lain. Aturan ini berbunyi “Dont Commit to Anyone”:

Orang bodohlah yang selalu terburu-buru memihak. Jangan berkomitmen pada sisi manapun kecuali sisi yang menguntungkan dirimu. Dengan mempertahankan kemandirian kamu, kamu menguasai orang lain, mempermainkan mereka, membuat mereka mengejar kamu.

Teknik jitu stop peduli omongan orang lain

Nah jadi, apa yang bisa lo lakukan sekarang juga supaya bisa merdeka dari ketakutan akan apa yang orang lain pikirkan terhadap diri lo.

1. Tutup akses dimana orang lain bisa komentar tentang diri lo

Kalo selama ini lo bergantung sama validasi orang lain dari instagram atau medsos lainnya, stop! Stop posting, stop liat postingan orang lain karena lo bakal envy dan ga tahan untuk ngepost demi validasi diri, stop main sosmed kalo perlu.

2. Bangun self-image yang kokoh

Mungkin selama ini lo terlalu terbombamdir sama pikiran orang lain sehingga tak ada room buat pikiran lo sendiri untuk tumbuh. Pake kekosongan input dari opini orang lain tentang diri lo, setelah lo berhasil menutup akses komen orang lain terhadap diri lo dulu tentunya, untuk membangun self-image lo sendiri. Bangun self-image yang kokoh, baca Self Reliance Ralph Waldo Emerson kalau perlu, atau kalau lo prefer bacaan yang lebih mudah, Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat dari Mark Manson bisa jadui alternatif.

3. Akhirnya menjadi kebal

Begitu self-image lo sudah terbentuk kuat, sudah mendarah daging, lo jadi punya reasoning yang jelas serta alasan yang mulia dibalik apa yang lo kerjakan di hidup, gw jamin sekuat apapun effort orang lain untuk brainwash lo akan berakhir sia-sia

Lao Tse, pendiri ajaran Taoisme bilang:

“Peduli sama validasi orang maka kamu akan jadi tawannya”

Leave a Reply