Cara Menghilangkan Rasa Malas

Gw akan kasih tau penyebab dan cara menghilangkan rasa malas yang ada di dalam diri lo.

Udah siap?

Penyebabnya adalah karena lo gak punya “why” yang kuat di dalam diri. 

Seperti kata-katanya Friedrich Nietzsche:

“Dia yang punya why untuk hidup mampu menahan segala how”

Rasa malas yang timbul dari dalem diri lo itu karena lo belum punya alesan yang kuat, yang urgent, yang menyentuh hati dan membuat jiwa bergetar.

Biasanya rasa malas muncul pas mau ngelakuin sesuatu yang sulit, yang lo tau imbalan dari ngelakuin sesuatu hal yang sulit tersebut positif, bagus buat hidup lo kedepannya.

Tapi masalahnya, rasa malas dateng menghantui, yang ngebuat lo akhirnya jadi mager banget dan endingnya kalo lo sampe termakan, lo berakhir mindlessly scrolling hape.

Cara menghilangkan rasa malas: tolak instant gratification

Agak kurang beruntung kita terlahir di era sekarang, bombardir instant gratification yang sekarang bisa lo dapetin dari benda berbentuk persegi panjang berwarna hitam yang bernama smartphone, itu makin meningkatkan rasa malas yang ada di dalam diri.

Ketika otak lo udah terpapar dan candu sama pemandangan cewek seksi joget yang lo lihat di TikTok, otak lo jadi lembek dan lemah, jalur-jalur syaraf yang ada di otak beradaptasi ngikutin habit tolol ini.

Otak lo candu sama instant gratification, gak terlatih untuk delay gratification, yang mana kegiatan-kegiatan yang bagus buat jangka panjang seperti olahraga, makan-makanan sehat, baca buku, meditasi, dsb.

Kegiatan-kegiatan yang pas dilakuin kurang nyaman, tapi secara jangka panjang apabila rutin dilakuin dampaknya luar biasa dahsyat!

Cara menghilangkan rasa malas adalah dengan menemukan apa yang menjadi “why” lo.

Gw kasih contoh biar lo dapet gambaran spesifik. 

Lo mungkin gemuk, kurang pede sama penampilan fisik, dan lo tau nurunin berat badan adalah solusi. Lo udah tau langkah apa aja yang perlu dilakuin buat memangkas lemak berlebih di tubuh.

Selamat tinggal minuman manis.

Selamat tinggal junk food.

Tapi masalahnya, jalur saraf instant gratification udah terbentuk kuat di otak akibat kebiasaan makan-makanan instan yang enak di mulut tapi nol secara nutrisi selama ini.

Shifting ke delayed gratification, dengan konsumsi makanan sehat yang rasanya tawar di mulut, itu sulit.

Disinilah kenapa rasa malas itu timbul: karena lo udah terlanjur terbiasa sama yang enak, tiba-tiba harus ganti ke yang gak enak.

Tapiii, kalo lo punya “why” yang kuat, proses shifting ini jadinya gak sulit.

“Why” lahir dari kejadian monumental

“Why” itu dari hati, sifatnya emosional, yang tercipta dari kejadian monumental.

Contoh kenapa Naruto pengen banget jadi Hokage, karena dia trauma waktu kecil dijauhi penduduk desa gara-gara kyuubi yang tersegel di dalem dirinya. 

Pengalaman kaya gini jadi turning point buat naruto, semacem momen pencerahan, hidayah, yang ngebuat Naruto terus maju pantang mundur walaupun berat dan penuh derita mengejar cita-citanya menjadi seorang Hokage.

Karena dia ingin diakui penduduk desa, karena dia trauma dan paham betapa gak enaknya kesepian sendirian. 

Mungkin selama ini lo hepi-hepi aja sama bentuk fisik lo, gak ada yang komentar juga.

Terus lo suka sama cewek, terus lo tembak, tapi ditolak gara-gara dia jijik sama cowok gemuk.

Hati lo hancur disini, tekad buat nurunin berat badan pun bergelora, nah yang jadi “why” lo adalah: trauma ditolak cewek gara-gara fisik.”

Tapi bukan berarti lo harus ngalamin trauma dulu supaya punya “why”. 

Menurut gw bisa-bisa aja lo memperoleh why tanpa harus jatuh ke titik terendah dulu, mungkin lo orangnya suka baca, suka nonton film, suka mengamati, terus dapet pencerahan dari situ, dan akhirnya “why” tercipta dari proses lo mengamati tersebut.

Kesimpulannya, cara menghilangkan rasa malas adalah dengan punya “why”.

Tanpa “why” lo bakal akan terus tenggelam di belenggu instant gratification yang membegokan otak. 

Dengan punya “why” sepertinya halnya Uzumaki Naruto tadi, lo jadi strong buat menerjang segala macam cobaan dan penderitaan buat menggapai apa yang lo cita-citakan. 

Leave a Reply