Pelajaran Hidup dari Bruce Lee: To Have No Technique

Sekitar tiga minggu yang lalu gw nonton Enter the Dragon. Ada satu adegan keren di film itu yang Bruce Lee bilang, dan gw merasa perlu untuk ngebahasnya di post ini sebagai pelajaran hidup untuk mendukung proses self improvement yang lagi lo lakukan.

“Apa teknik tertinggi yang ingin kamu capai?”

“Untuk tidak memiliki teknik.”

Cuma dua detik dan dua kalimat yang terucap, tapi maknanya dalem banget.

Menurut gw lo harus mencapai posisi highest technique yaitu to have no technique dalam hidup, supaya lo bisa hidup secara keren, meaningful, dan mencapai potensi genetik lo secara maksimal sebagai seorang cowok. 

Bruce Lee gak sembarangan ngomong. Ia pastinya memikirkan secara matang setiap dialog untuk karakter yang dia perankan di film ini.

Imajinasi lo tentang Bruce Lee selama ini mungkin sebatas aktor bela diri. Bruce Lee menurut gw adalah seorang filsuf berkedok penggiat bela diri yang mana kita bisa dapat banyak pelajaran hidup darinya.

Ada satu foto klasik dimana Bruce Lagi sedang baca buku dan dibelakangnya berjejer ratusan buku kayak lagi perpustakaan

Dan ternyata itu perpustakaan pribadinya! Dari sini kan kelihatan kalau Bruce Lee gak cuma badass secara fisik dan kepiawaian teknik bela diri Jeet Kuno Do yang dia suguhkan.

Secara mindset, wawasan, wisdom, Bruce Lee pun seorang expert.

Setiap cowok yang menurut gw keren pasti punya kesamaan ini, mereka suka banget baca buku, baca buku sudah jadi kebutuhan primer mereka selain makan, tidur, dan tempat tinggal

Karena dari kebiasaan membaca, pemahaman tentang wisdom terbentuk dalam diri mereka dan terpancar dari aksi yang mereka lakukan, ini yang bikin cowok terlihat keren, elegan, dan premium. 

Jadi brader-brader sekalian, jawabannya adalah buku kalo lo serius berminat upgrade kualitas diri.

To Have No Technique: Mengalir Bagaikan Air

Balik lagi ke kata-kata bijak to have no technique yang Bruce Lee katakan tadi, maksudnya adalah kondisi dimana lo udah piawai banget dalam suatu skill sehingga lo merasa natural dan effortless saat melakukannya.

Ini persis kayak yang Musashi Miyamoto bilang di bukunya The Book of Five Rings yang menjelaskan rahasia dibalik tidak terkalahkannya dirinya saat berduel.

Seorang cowok dinilai dari apa yang dilakukan, apa yang dia kerjakan, bukan dari bagaimana dia as a person; apakah baik orangnya, ramah, sopan.. menurut gw ini nomor dua.

Pelajaran Hidup dari Bruce Lee yaitu, Hard-Skill adalah yang harus lo utamakan

Semakin lo to have no technique di hard-skill atau pekerjaan yang lo lakukan, semakin badass presence lo. 

Contohnya lo bekerja sebagai software engineer dan ketika lo sudah nggak pakai mikir lagi saat ngoding, pekerjaan terasa natural, effortless, hasil kerjaan bagus, kasih dampak positif ke perusahaan, lo disayang sama bos, diburu company lain, artinya lo berhasil masuk mode to have no technique.

Lo punya power karena kefenomenalan hard-skill yang lo punya sudah tervalidasi.

Pertanyaannya adalah, bagaimana caranya lo bisa masuk ke level to have no technique?

Practice, latihan siang malam, kalau kata Malcom Gladwell dari salah satu  buku terkenalnya Outliers, lo perlu minimal 10 ribu jam terbang supaya bisa mencapai level master dalam suatu skill.

Dari sudut pandang neurosains, ada semacam benang neuron di otak lo yang merepresentasikan suatu aktivitas.

Kalo lau suka main futsal, ada benang neuron futsal dyang isinya memori tentang bagaimana lo bawa bola, nendang, lari, positioning, dll.

Semakin sering lo main futsal, semakin kuat benang neuron yang merepresentasikan aktivitas futsal tersebut. Ketika lo telah menyentuh 10 ribu jam terbang, skill futsal lo selevel Neymar.

Leave a Reply