Di post ini gw akan share rekomendasi sebelas buku self improvement yang menurut gw, terbaik sepanjang masa.
Tenang, ini bukan tipikal artikel copy paste yang mana penulisnya gak baca dari setiap buku yang dibahas, hanya mengutip berdasarkan opini populer.
Kesebelas buku yang dibahas di post ini sepenuhnya telah gw baca dan gw paham konteks dari masing-masing buku. Pemilihan list-nya pun spontan dan natural, dalam artian hanya yang gw rasa paling impactful terhadap pola pikir gw.
Cara Terbaik Melatih Otak
Delapan tahun lalu gw masih tolol.
Belum kenalan sama buku. Belum menyadari betapa dahsyat dampak buku ke mindset. Setahun kemudian, gw mulai rutin baca. Minimal satu judul buku gw selesaikan tiap bulannya.
Tujuh tahun berlalu dan kalau ditanya penyumbang terbesar ke percepatan proses self development yang gw lakukan, jawabannya buku.
Lo paham pentingnya menjaga kebugaran fisik dengan rutin olahraga. Kebugaran mental pun perlu lo jaga, dan baca buku adalah cara terbaik yang bisa lo lakukan.
Oke langsung saja tanpa perlu berlama-lama lagi, berikut..
11 Buku Self Improvement Terbaik Sepanjang Masa Versi Gw
1. Meditations – Marcus Aurelius

Dua ribu tahun lalu, Kekaisaran Romawi Kuno lagi ada di puncak kejayaannya. Wilayah kekuasaannya membentang dari Spanyol hingga Turki. Pasukan tentaranya (Roman Legionnaire) disegani oleh seluruh penghuni bumi pada saat itu.
Namun terlepas dari keagungan yang dimiliki, pernah suatu ketika kekaisaran tersebut dipimpin seorang kaisar yang namanya masih menggema hingga sekarang: Marcus Aurelius.
Bukan karena kebijakan militernya atau kepiawaiannya dalam menaklukan wilayah musuh, tapi karena kontemplasi pribadinya tentang Filosofi Stoikisme yang ia tuangkan di jurnal pribadinya, yang kemudian dipublikasikan untuk konsumsi umum – Meditations.
Menurut gw Meditations adalah buku yang wajib ada di library lo. Seorang pria sejati menampilkan karakteristik Stoic dalam dirinya. Renungan Marcus Aurelius adalah bacaan terbaik buat lo yang ingin menyelami filosofi ini.
2. Man’s Search for Meaning – Viktor Frankl

Penulisnya, Viktor Frankl, adalah korban selamat genosida Nazi Jerman terhadap etnis Yahudi selama perang dunia kedua berlangsung (1939-1945).
Frankl pindah dari kamp konsentrasi satu ke yang lainnya. Istri, Ibu, dan Abangnya terbunuh. Frankl dihadapkan sama penderitaan level ekstrim dan ia berhasil melalui itu.
Man’s Search for Meaning adalah memorinya semasa menjadi tahanan politik Reich Ketiga, dan mengajarkan lo untuk menemukan makna dalam penderitaan.
Penderitaan adalah bagian dari hidup. Suka tidak suka, mau tidak mau, di hidup ini lo pasti akan mengalami penderitaan. Buku ini dijamin akan mengubah cara pandang lo terhadap penderitaan.
3. 48 Laws of Power – Robert Greene

Menurut gw ini buku fenomenal. Salah satu buku self improvement terbaik sepanjang masa yang rilis di penghujung abad ke-20 karangan Robert Greene.
Sesuai judulnya, buku ini membahas 48 prinsip, yang praktikal, tentang bagaimana lo stay in power.
Yang menarik juga dari buku ini adalah, pada tiap prinsipnya disajikan kisah-kisah menarik (yang kebanyakan) dari peristiwa masa lalu tentang bagaimana tokoh bersangkutan menerapkan di kehidupan nyata prinsip yang sedang dibahas.
Salah satu contohnya adalah bagaimana Zhuge Liang, ahli strategi perang terkenal dari China, memanfaatkan reputasinya untuk menakut-nakuti Sima Yi.
Lalu juga ada kisah Louis XIV yang sangat irit bicara sehingga membuat dirinya ditakuti para petinggi di kerajaannya.
4. How To Win Friends and Influence People – Dale Carnegie

Buku ini selalu masuk dalam list rekomendasi buku self improvement terbaik sepanjang masa, dan gw setuju.
Buat lo yang mau naik level dalam social skill, buku ini wajib baca. Yang gw suka dari buku ini adalah gaya pembahasannya yang sangat praktikal dan to the point.
Lo akan menemukan instruksi yang sangat jelas dan spesifik tentang bagaimana caranya mencuri hati orang. Seperti contohnya “menyebut nama”, “lebih banyak mendengar”. “mengkritik tanpa menyinggung”, dll.
How To Win Friends and Influence People adalah sebuah kitab interaksi sosial, dimana segala hal yang lo butuhkan untuk membangun hubungan yang positif dengan orang lain, bisa lo temukan disini.
5. Iron John: A Book About Men – Robert Bly

Karena blog ini adalah tentang membantu lo menjadi seorang pria yang lebih baik lagi di kehidupan, maka memasukan buku ini kedalam list menurut gw masuk akal.
Ditulis oleh Robert Bly, terinspirasi oleh cerita Iron John karangan Grimm Brothers di awal abad ke 19.
Ceritanya adalah tentang seorang pangeran yang melalui proses maskulinisasi dari mulai ia keluar dari zona nyaman meninggalkan privilage-nya sebagai anak raja demi berguru dengan seorang “Pria Liar” a.k.a Iron John, dan bertransformasi menjadi sosok pria yang sesungguhnya.
Proses penemuan jati dirii yang pria dan wanita alami berbeda. Lo wajib baca buku ini guna memahami bagaiman proses maskulinisasi terjadi secara optimal pada diri seorang pria.
6. Deep Work – Cal Newport

Buku self improvement terbaik sepanjang masa selanjutnya berjudul Deep Work, yang ditulis oleh seorang profesor ilmu komputer lulusan MIT, Cal Newport. Buku ini mengajarkan lo bagaimana caranya agar bisa produktif di ranah profesional.
“Deep Work” itu sendiri adalah istilah yang digunakan penulis, yang menggambarkan keadaan optimal, dimana lo fokus penuh, tanpa distraksi, dalam mengerjakan suatu pekerjaan yang menuntut kemampuan kognisi.
Agar karir lo cemerlang, naik jabatan, naik gaji, disayang sama bos, semuanya berakar dari hasil kerja lo. Dan untuk menghasilkan hasil kerja yang berkualitas, hasil kerja yang bantu perusahaan berkembang, begitu pula reputasi lo sebagai profesional, ritual melakukan deep work lo butuhkan.
7. The Way of Superior Man – David Deida

Bingung sama watak pacar lo yang moody?
Kabar baiknya watak moody di cewek lo itu normal dan sehat dan mengindikasikan kalo dia memainkan peran feminin. Tugas lo sebagai seorang pria adalah mengimbanginya dengan energi maskulin agar hubungan sehat dan kasih timbal balik yang positif.
The Way of Superior Man menurut gw adalah salah satu buku ter-de-best buat lo yang ingin memahami dinamika hubungan antara pria maskulin dan wanita feminin.
Buku ini mengajarkan lo bagaimana caranya memainkan peran maskulin secara tepat di suatu hubungan. Biar hubungan sehat, saling menyayangi dan respek satu sama lain, lo gak mesti berpura-pura, dan bisa jadi diri lo sendiri apa adanya.
8. The Power of Habit – Charles Duhigg

Habit yang lo miliki menentukan kesuksesan hidup lo.
Lebih dari 50% aktivitas yang lo lakukan sehari-hari terjadi tanpa lo sadari, atau dalam kata lain terasa secara otomatis karena aktivitas yang bersangkutan telah menjadi habit dalam diri.
Habit ibarat pedang bermata dua, bisa menguntungkan buat hidup lo kedepannya, atau menyengsarakan.
The Power Habit, buah pikir Charles Duhigg, adalah bacaan sempurna buat lo yang penasaran bagaimana habit terbentuk (Cue, Routine, dan Reward).
Dengan memahami proses tersebut lo pun punya solusi untuk berhenti dari habit buruk yang mungkin selama ini lo frustasi untuk menghentikannya.
9. The Art of War – Sun Tzu

Dalam hidup, lo tidak boleh mengabaikan fakta bahwa ada yang namanya musuh.
Kehidupan ideal seorang pria jauh dari kata indah dan menyenangkan. Hidup itu berat, penuh rintangan dan cobaan, belum lagi kehadiran musuh yang siap menerkam.
Zaman kita hidup sekarang memang tidak sebrutal zaman dulu dimana kehadiran perang sifatnya konstan. Absennya musuh bukan berarti lo harus absen juga belajar teknik berperang melawan musuh.
The Art of War yang ditulis ahli perang terkenal China sekitar 500 tahun sebelum masehi, Sun Tzu, adalah bacaan wajib agar lo punya wawasan yang konkrit tentang hal yang menjadi identitas seorang pria selama ribuan tahun kebelakang – perang dan pertarungan.
10. Rich Dad Poor Dad – Robert Kiyosaki

Salah satu komponen penting dalam self improvement adalah finance, atau literasi keuangan.
Semakin paham lo sama bagaimana uang bekerja, sama bagaimana kekayaan itu diperoleh, semakin mudah hidup lo kedepannya.
Gak perlu munafik mengakui kalau hidup itu perlu uang. Dan kalau ingin hidup meaningful, lo harus memanfaatkan uang untuk mencapai hal yang lo aspirasikan, bukan sebaliknya dimanfaatkan.
Rich Dad Poor Dad masuk ke list buku self improvement terbaik sepanjang masa karena menurut gw, buku ini memainkan peran sempurna sebagai appetizer buat lo yang masih awam soal literasi finansial dan ingin merdeka secara finansial.
11. Who Moved My Cheese? – Spencer Johnson

Jumlah halaman di buku ini cuma 100. Bisa lo selesaikan dalam sekali baca, kurang lebih 2 jam saja. Tapi ilmu dari buku ini dijamin bakal bermanfaat hingga akhir hayat.
Kisah di buku ini berkutat pada tikus, lorong, dan keju, yang menganalogikan upaya kita sebagai manusia untuk selalu mengejar kebahagiaan dalam hidup.
Simple, mudah dicerna, tak butuh waktu lama untuk menyelesaikannya, dan dampaknya yang signifikan yang membuat gw mencantumkan buku ini sebagai salah satu buku self improvement terbaik sepanjang masa.
Demikian rekomendasi list buku self improvement terbaik sepanjang masa versi gw, sebelas buku yang sejauh ini paling dahsyat, dalam hal menutrisi otak dan membuat cara pandang gw terhadap dunia berubah.
Gw yakin lo pun akan mengalami hal yang sama dengan membaca list buku di atas.
Ingat, never stop reading bro!