Cara Menjadi Cowok Stoic Berkualitas

Gw cerita dulu kali ya, biar lo tau sedikit background tentang kenapa gw nulis artikel ini, mengajari lo tentang cara menjadi cowok berkualitas, yang berakar dari filosofi yang usianya ribuan tahun, stoic.

Pengalaman gw sama filosofi stoikisme ini kira-kira dimulai sekitar 3 atau 4 tahunan yang lalu, gw agak lupa spesifiknya kapan, tapi yang pasti di sekitar tahun 2019/2020. 

Gw baca salah satu buku terbaik tentang ajaran stoic ini, yaitu Meditations by Marcus Aurelius.

Abis itu gw baca teks klasik lainnya tentang stoic yaitu Letters from a Stoic yang ditulis Seneca.

Dan baru-baru ini gw ngelarin Discourses of Epictetus, yang menurut gw paling susah dibaca dibanding 2 buku tadi. 

Jadi, dari sisi literatur, mungkin gw bisa klaim kalo gw sudah terinfokan secara semestinya, ibaratnya udah punya “sertifikat” buat ngejelasin ke lo tentang apa esensi dari filosofi stoikisme ini.

Nah tapi menurut gw juga, gak tepat ngajarin orang sesuatu hanya bermodalkan dari baca buku doang. 

Misalnya di kelas dosen ngajarin mahasiswanya tentang bisnis tapi si dosennya itu ga pernah sama sekali seumur hidupnya jadi pebisnis, dia cuma belajar dari buku-buku top tentang bisnis. 

Ya ga bakal ada chemistry yang tercipta. Kasian mahasiswanya, buang-buang doang. 

Jadi buat nenangin lo pada, gw mau klaim juga nih..

Gw nerapin prinsip-prinsip stoic yang gw pelajarin selama 3 tahunan ini

Contohnya kaya gimana? 

Di tempat kerja gw pernah di PHK, sampe 3x. 

Baru-baru ini gw juga baru putus sama pacar.

Banyak kejadian ga mengenakan lainnya yang bikin gw stres selama 3 tahun kebelakang.

Tapi untungnya, disaat yang bersamaan gw sambil baca 3 teks tentang stoic tadi. jadinya gw bisa langsung nerapin deh apa yang gw pelajarin dari teks-teks kuno yang usianya ribuan tahun tersebut. 

Menjadi seorang Stoic

Definisi gw pribadi tentang menjadi stoic itu adalah

Lo punya semacam benteng yang kokoh di dalem diri untuk menahan gempuran serangan eksternal, hal-hal yang ada di luar kontrol diri lo.

Dan untuk ngukur seberapa stoic diri lo, itu baru ketauan pas lo dihadepin sama kondisi yang bikin lo stres, down, frustrasi, dan putus asa.

Jadi absurd aja menurut gw kalo lo mengklaim diri sebagai seorang stoic tapi lo ga pernah ada di kondisi yang sulit. 

Ketika lo berhasil menyikapi situasi sulit itu dengan dewasa, kepala dingin, tenang, ga emosional, logis, ngambil aksi yang semestinya, menurut gw baru ini yang namanya menjadi stoic. 

Meditations, buku favorit gw tentang stoikisme, yang mana ini sebenarnya jurnal harian Kaisar Romawi Kuno Marcus Aurelius, isinya mostly tentang gimana dia menyikapi hal-hal ga mengenakan yang menimpa dirinya pada masa itu

Menjadi stoic intinya kontrol diri, legowo ngebiarin apapun yang terjadi di luar diri lo ya terjadilah, entah itu bikin lo sedih atau bahagia ittu keputusan finalnya selalu lo yang buat, bukan orang, bukan hal-hal diluar diri lo. 

Viktor Frankl, tahanan kamp konsentrasi Nazi jerman, di bukunya yang fenomenal banget Man’s Search for Meaning, bilang gini:

“Di antara stimulus dan respon selalu ada space. Di space itulah kamu mempunyai kekuatan untuk memilih respons kamu. Dan dari respon kamu itu, lahir growth dan freedom.”

Cara menjadi cowok stoic berkualitas: Kesimpulan

Pertama, wajib baca tiga buku legendaris tentang stoic tadi:

Kenapa harus baca tiga buku tersebut? Karena penting untuk ngebentuk perspektif lo tentang menjadi stoic dari tiga pemikir hebat tadi.

Kedua, ketika lo ngadepin situasi sulit di kehidupan, entah gagal interview kerja, di phk, putus sama pacar, dikhianatin temen, diomongin orang, manfaatin situasi tadi buat ngetes seberapa strong dan stoic diri lo.

Respon orang normal yang ga ngerti stoic mungkin emosional, baper, ngebikin dia jadi stres dan down.

Nah lo harus menyikapinya dengan cara stoic sejati, yaitu ngeliat mereka semua sebagai hal yang ada diuar kontrol diri lo, mustahil buat dikontrol.

Ketika hal apapun yang ada di luar kontrol diri lo bertingkah, ketawain aja, sekuat apapun mereka pengen mempengaruhi lo, benteng pertahanan di dalem diri lo terlalu strong buat ditembus.

Leave a Reply