Di post kali ini gw akan bantu lo cara mengatasi perasaan ketika diremehkan.
Pertama-tama, kita simak dulu kutipan keren dari Ralph Waldo Emerson ini.
“Seburuk itu kah diremehkan? Pythagoras diremehkan, begitupun Socrates, dan Yesus, dan Luther, dan Copernicus, dan Galileo, dan Newton dan setiap jiwa murni dan bijaksana yang pernah hidup sebagaii manusia. Menjadi hebat selalu diiringi dengan diremehkan.”
Oke, sekarang kita masuk ke pembahasan tentang apa yang harus lo lakuin ketika orang-orang di sekitar lo, entah itu teman, keluarga, atau bahkan orang yang nggak lo kenal sama sekali, meremehkan lo.
Memandang lo dengan sebelah mata.
Memandang lo sebagai orang nggak asik yang nggak layak buat diseriusin.
Selamat!
Karena dengan diremehkan artinya lo ngelakuin sesuatu,
Lo aktif sebagai manusia, sebagai individu, lo ngelakuin sesuatu yang mungkin dianggap sama keluaga atau temen lo sebagai hal yang aneh.
Tapi lo tetep ngelakuin, karena lo yakin, karena ada panggilan dari hati, kalo hal yang mau lo lakuin positif bagi hidup lo.
“Kok lo berubah ya?”
Orang-orang disekeliling lo pada notice, kok lo berubah ya, kok lo jadi terlalu berani ya, terlalu nekat.
Mereka yang selama ini berkutat di zona nyaman, yang nggak berani nekat ngambil resiko kayak lo, akhirnya terusik sama kenekatan lo ini,
Respon alam bawah sadar mereka sebagai pembelaan diri, supaya nggak ngerasa jadi pengecut karena kalah sama lo yang berani nekat, yaitu meremehkan lo.
Situasi jealous ini dinamakan Crab Mentality a.k.a. Mental Kepiting
Ada 7 kepiting di suatu ember.
Salah satu kepiting manjat dinding-dinding ember itu berusaha pengen keluar, pengen ngebebasin diri. Tapi begitu itu kepiting udah dikit lagi mau nyampe mulut ember dan setelah itu dia tinggal lompat keluar, 6 kepiting lainnya bakal berusaha narik kepiting yang mau keluar tadi supaya gagal dan turun lagi.
Kalo lo diremehkan, itu artinya bagus, karena lo adalah kepiting yang berusaha manjat tadi.
Dan omongan-omongan orang yang bikin down adalah 6 kepiting lainnya yang berusaha ngegagalin lo yang lagi berusaha memanjat, supaya bisa bebas dan keluar dari penjara.
Baca juga: 25 Kata-kata Bijak Stoikisme dari Lucius Seneca
Cara mengatasi perasaan diremehkan
Jadi apa yang bisa lo lakuin supaya kata-kata nggak enak yang lo terima dari mulut temen atau keluarga itu nggak mempengaruhi pendirian lo?
Supaya lo bisa keep moving forward?
Jawabannya adalah menyikapinya dengan cara Stoic.
Menurut ajaran Stoic, di dunia ini ada hal yang bisa lo kontrol, dan hal yang mustahil untuk lo kontrol. Resep hidup bahagia damai aman sentosa adalah fokus ke hal yang bisa lo kontrol.
Apa hal yang bisa lo kontrol, dalam kaitannya di kondisi ketika orang-orang sekitar meremehkan lo?
Respon lo.
Alesan kenapa lo jadi baper, stres, dan yang terburuknya depresi, bukan karena omongan-omongan nyakitin yang lo terima, tapi karena lo memperbolehkan omongan-omongan tersebut mempengaruhi lo.
Mustahil buat ngontrol orang pengen ngomong apa, orang ngejudge lo kaya apa. Itu urusan mereka, bukan urusan lo, dan lo cuma buang-buang waktu dan energi yang sangat berharga dengan worry sama hal itu.
Cara mengatasi perasaan diremehkan – Cukup kasih jari tengah
Remind diri lo lagi juga kalo lo ngelakuin hal yang bikin lo diremehkan ini dari awalnya emang buat ngebuktiin ke diri lo sendiri, bukan buat dapetin validasi orang lain.
Manusia paling penting di alam semesta ini yang harus lo dengerin terus tentang apakah keputusan yang lo udah ambil ini udah bener atau nggak, maju atau mundur, adalah diri lo sendiri.
Tapi bukan berarti lo harus sepenuhnya nutup telinga dari penilaian orang lain. Lo tetep harus ngedenger penilaian dari orang-orang yang positif, yang support lo, yang nggak segan buat ngasih lo kritik konstruktif.
Atau dari orang-orang yang emang udah berpengalaman dan punya prestasi beneran.
Orang-orang yang ngeremehin lo, haters lo, yang emang lo udah ngerti banget niatnya buat ngejatohin lo, adalah waste of fucking time and energy.
Anggep aja mereka ngga ada.