How to Win Friends & Influence People adalah sebuah buku self-help yang ditulis Dale Carnegie.
Buku ini fenomenal banget karena sudah menolong jutaan orang meningkatkan social skill mereka. Buku ini selalu muncul kalau lo cari rekomendasi buku self improvement terbaik sepanjang masa.
Yang spesial dari buku ini yaitu karena tips-tips yang diberikan praktikal dan to the point.
Buat lo yang malas baca bukunya tapi penasaran sama intisari buku ini, gue akan rangkum 10 poin penting dari buku How to Win Friends & Influence People ini, yang sepenuhnya praktikal.
Harapannya lo bisa terapkan secara langsung di dunia nyata dan kemampuan social skill lo meningkat setelah baca artikel ini.
1. Perlakukan Orang Lain dengan Respek
Menurut Dale Carneige, poin pertama ini adalah yang paling penting dan yang jadi pondasi dalam membangun hubungan yang positif dengan orang lain.
Di bumi ini ada 7 miliar orang dan setiap individu sudah pasti unik. Kita berbeda satu sama lain. Lo harus menghargai perbedaan tersebut dan toleran sama keunikan masing-masing individu.
Lo harus melepas ego dan berusaha respek dengan memahami point of view orang lain itu bagaimana.
Contoh penerapan misalnya mungkin lo lihat seseorang yang melakukan hal yang tidak konvensional. Mudah buat lo untuk komen, menertawakan, merendahkan, dan meremehkan.
Tapi lo tetap punya opsi untuk tidak melakukan itu atas dasar respek.
2. Tunjukan Ketertarikan yang Genuine terhadap Orang Lain dan Minat Orang
Jadi begini faktanya, semua orang hanya peduli sama dirinya sendiri.
Ketika lo foto bareng temen, setelah beres dan lo penasaran sama hasil fotonya, yang pertama kali lo lihat adalah wajah lo.
Lo gak peduli sama bentuk komuk temen lo, yang paling penting adalah apakah wajah lo sudah proper atau belum di foto. Ini bukti kuat kalau kita manusia memang didesain egois dari bawaan.
Tapi hal keren bakal terjadi kalo lo mengesampingkan ego dan fokus sama orang lain.
Contoh penerapan paling simpelnya mungkin ketika lagi mengobrol sama temen: hindari terlalu banyak befokus ke “saya begini.. saya begitu..” fokus ke apa yang menjadi minat lawan bicara lo dan coba untuk tertarik tapi taidak dibuat-buat sama apa yang lawan bicara lo suka.
3. Beri Pujian yang Jujur, Tulus, dan Tanpa Dibuat-buat
Semua orang suka banget dipuji, disanjung, diafirmasi secara positif.
Di kantor ketika bos memberi pujian karena lo kerjanya bagus, lo senang jadi senang dan termotivasi.
Cewek watku melihat komentar Instagram disebut “cantik” bakal akan merasakan hal yang sama, merasa ter afirmasi dan tervalidasi secara positif.

Memberi pujian itu simple tapi powerful efeknya. Memberi pujian juga gratis lagi, hanya modal mulut dan kata-kata.
Namun tetap lo mesti hati-hati dalam memberikan pujian. Orang itu sensitif dan dia bakal paham mana pujian yang sekedar permainan kata dan yang tulus.
Lo harus menghindari memberi pujian yang pura-pura karena nanti orang malah ilfeel.
4. Hindari Kritik dan Bahasa yang Negatif
Setiap orang pasti pernah berbuat salah, dan ini wajar karena kita manusia dan tidak luput dari dosa.
Lo selalu punya opsi untuk menyikapi misalnya seorang teman berbuat sesuatu yang tidak semestinya.
Daripada bikin suasana makin runyam dengan mengkritik teman lo tadi dengan hinaan, ejekan, atau kata-kata yang menyakitkan hati, sebaiknya bersikap empati, pahami situasi dan posisi dia, setelah itu berilah kritik yang positif dan membangun.
Ada istilah pemimpin hebat itu adalah pemimipin yang bikin bawahannya tidak pernah merasa bodoh walaupun bawahan banyak bikin kesalahan.
Kuncinya ternyata ada di gaya mengkritik pemimpin ini yang berfokus pada hal-hal positif dan membangun.
5. Jadi Pendengar yang Baik
Waktu lo lagi mengobrol sama teman, tidak mungkin dua-duanya mengobrol barengan. Yang ada chaos, pesan yang mau disampaikan tidak tersalurkan satu sama lain secara baik.
Mengobrol harus bergiliran, yang satu bicara yang satu mendengarkan.
Yang jadi masalah adalah apabila jika dua orang yang sedang mengobrol tidak sabaran dan tidak mau mengalah.
Ketika teman lo bicara mengutarakan pendapat, lo sama sekali tidak peduli karena lo tidak sabar mengungkapkan pendapat lo.
Lo terlalu terlarut sama ego dan akhirnya ini tidak agus untuk hubungan pertemanan lo kedepannya.
Poin ke lima dari buku How To Win Friends & Influence People ini mengajarkan untuk lo sepenuhnya mendengarkan, fokus, dan be present ketika teman sedang berbicara.
6. Kalau Bicara yang Jelas dan Clear
Inti dari social skill adalah komunikasi.
Lo harus memastikan bahasa yang lo pakai mudah dipahami dan dimengerti sama lawan bicara.
Selain menggunakan bahasa yang mudah dimengerti, penting juga untuk tidak terburu-buru agar tidak belepotan ketika berbicara.
Tempo kalimat dan kata yang keluar dari mulut merefleksikan cara berpikir.
Apabila cara berpikir lo terburu-buru dan tergesa-gesa, lo akan belepotan ketika berbicara.
7. Bersedia Kompromi agar Sama-Sama Enak
Contohnya lo lagi ada di posisi konflik atau berkelahi dengan teman atau orang lain, sebaiknya jangan dibiarkan berlarut.
Lagi-lagi lo harus buang ego dan ajak teman atau orang lain tersebut untuk kompromi cari kesepakatan agar masalah kelar dan outcome positif bagi kedua belah pihak.
Lo harus berani mengakui kesalahan, berusaha memahami sudut pandang orang lain agar bisa berempati.
8. Tunjukan Body Language yang Positif
Komunikasi itu bukan hanya lisan dan tulisan, lo mesti inget ada yang namanya komunikasi non-verbal.
Bahasa tubuh, gerakan tangan, postur tubuh saat bicara, tatap mata, gerakan bola mata, senyum, semua itu jadi pendukung kata dan kalimat yang keluar dari mulut lo.
Body language membuat lo jadi lebih ekspresif, dan ekspresif menandakan lo semangat dan antusias dengan percakapan yang sedang dijalani.
Contoh penerapannya misalnya dengan menatap mata lawan bicara, lebih banyak senyum, memastikan pose tubuh menghadap ke lawan bicara tidak membelakangi atau menyamping.
9. Buat Orang Lain Percaya Kesimpulan yang Lo Buat Adalah Kesimpulan Dia Juga
Orang lain tidak bisa dipaksa untuk percaya, lo harus menggunakan cara yang lebih halus, cara yang terselubung, tapi tidak mengelabui, agar dia jadi percaya.
Misalnya mungkin ketika lo pikir pendapat orang lain salah, jangan secara gamblang mengatakan dia salah.
Orang tidak suka dibilang salah.
Cari common ground atau kesamaan landasan dari gagasan lo dan orang lain, setelah itu yakinkan dia bahwa apa yang sebenarnya dia inginkan sama seperti yang lo inginkan.
10. Buat orang lain merasa dirinya itu penting
Dari mulai senyum, sebut nama jangan salah, sanjung, puji, tertarik sama minat orang lain, itu semua akan membuat orang lain merasa penting dan dihargai.
Kesimpulan dari buku How To Win Friends & Influence People menurut gue adalah
Tidak menuruti ego kita untuk melakukan hal-hal yang berbau self-displaying sama berinteraksi dengan orang lain, terutama orang asing.
Lo harus berfokus ke orang lain, melayani orang lain, dan buat dia merasa penting. Karena dengan begini orang akan senang dan suka sama lo.