Belajar Tangguh dari Musashi Miyamoto

Siapa Musashi Miyamoto itu?

Buat lo yang udah sering terpapar sama budaya jepang, atau yang tertarik dari sisi budaya dan sejarah negeri sakura ini, gue yakin setidaknya lo pernah dengar nama orang yang satu ini.

Kepopulerannya orang ini menggema hingga sekarang. Masih banyak orang yang ngomongin. Masih banyak orang terbantu dalam menjalani hidup dari ajaran yang dia tulis di masa lampau.

Di video game, film, buku, komik, atau budaya pop, tokoh yang satu ini masih sering nongol dan eksis dan muncul dalam berbagai macam versi.

Tapi yang pasti sosok ini adalah seseorang yang tangguh dan fenomenal pada masanya. Karena kalau tidak, dia tidak akan menjadi seterkenal seperti sekarang ini

Jadi siapa Musashi Miyamoto ini?

Samurai di Zaman Edo, Jepang, Abad 17

Musashi Miyamoto adalah seorang samurai yang diperkirakan lahir di tahun 1584 dan meninggal pada 1645.

Awalnya dia berkarir sebagai samurai, namun setelahnya karena dia berada di kubu yang kalah pada suatu perang besar di Jepang pada masa itu, dia memutuskan jalan hidup Ronin (samurai tanpa master).

Musashi dikenal sebagai salah satu ahli pedang dan pemikir strategi perang terbaik yang pernah hidup di planet bumi ini!

60 Kali Duel, 60 Kali Menang

Yang membuat Musashi begitu terkenal dan fenonemal hingga sekarang yaitu karena dari semua duel pedang dia lakukan sepanjang hidupnya, dia tidak pernah kalah sama sekali!

Sejak usianya 13 tahun sampai awal 30, sebanyak 60 kali duel dia lakoni. Banyak diantara duel tersebut merupakan duel hidup dan mati. Dan Musashi selalu berhasil lolos dari kematian!

Cerita Duel Pertama Musashi Miyamoto

Ini terjadi waktu dia berusia 13 tahun, ketika itu Musashi bertemu dengan seorang samurai bernama Arima Kihei.

Arima merupakan seorang samurai terkenal yang punya reputasi yang baik sebagai ahli pedang. Musashi, yang saat itu masih bocah dan belum berpengalaman, nekat memutuskan menantang Arima untuk duel.

Duel ini dimulai dengan Arima mengejar Musashi dengan pedangnya, namun Musashi berhasil menghindar dan memukul Arima pedang kayu.

Musashi akhirnya berhasil memenangkan duel dan membunuh Arima setelah 15 kali gebukan. Duel pertama ini, meski usianya pada masa itu masih 12 tahun, membuat Musashi mulai dikenal sebagai ahli pedang berbakat.

Musashi diberkahi kecerdikan dan keberanian sejak muda dan menjadi bukti awal dari bakat dan kemampuannya sebagai samurai hebat.

Ini juga menunjukkan bahwa ia memiliki insting dan kemampuan untuk memenangkan pertempuran, meskipun lawannya lebih berpengalaman dan lebih kuat.

Menulis Buku The Book of The Five Rings

the book of five rings by musashi miyamoto

Nah lo sekarang paham kan, berarti ada yang spesial dari Musashi Miyamoto ini.

Dia paham sesuatu yang kita semua tidak tahu. Pastinya ada alasan dibalik kemenangan sempurna dari 60 kali duel yang dia lakoni sepanjang hidupnya.

Kabar baiknya, Musashi tidak pelit ilmu. Dia menulis sebuah buku memoir yang berjudul The Book of Five Rings, yang mana di buku ini ia mengungkap rahasia dibalik tidak terkalahkannya dirinya.

Walaupun buku ini sebenarnya tujuannya membahas teknik seni bela diri pedang/samurai berdasarkan pengalamannya yang tidak terkalahkan, namun konten buku ini banyak juga mengandung filosofi hidup.

Filosofi semacam inilah yang berguna buat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk men-tackle tantangan kehidupan.

Kita bahas apa saja filosofi yang Musashi Miyamoto terapakan sehingga dirinya tidak terkalahkan ketika duel melawan musuh.

1. Tidak Menyimpang dari Prinsip Alam

“Setelah lewat usia 30 tahun dan saya merenungi kembali pengalaman saya sebelumnya, saya menyadari alasan kenapa saya tak terkalahkan ternyata bukan karena hasrat untuk mencapai kesempurnaan dalam seni bela diri. Mungkin karena saya punya ketertarikan alami terhadap science dan tidak pernah menyimpang dari prinsip alam”

Cristiano Ronaldo atau Lionel Messi bisa menjadi fenomenal di olahraga sepak bola bukan cuma karena mereka jago banget dari sisi teknis mengolah si kulit bundar.

Mereka juga punya skill lain di luar itu. Yang mana ini membedakan mereka dari pesepakbola lain. Skill yang diluar teknis ini mungkin kalau bahasa sekarang sebutannya “soft-skill”, lebih ke area psikologi, timing, atau mungkin kata yang paling tepat untuk menggambarkannya adalah “sense” atau “penglihatan”.

Mereka selain mampu menggiring bola secara ciamik, juga mampu merasakan aspek psikologis dari bek. Dengan memahami ini, Messi dan Ronaldo, mampu memprediksi pergerakan bek, mengacaukan konsentrasi, dan manfaatkan situasi ini untuk mengelabui bek.

Atau misalnya lo kerja sebagai konten kreator. Sebaiknya jangan sampi lo terlalu terlarut sama aspek teknikal tentang membuat konten yang super ciamki.

Harus melihat keluar juga, memahami tren, memahami psikologi penonton, memahami pergerakan kompetitor, dan lain sebagainya. Agar konten yang lo buat, seperti kata Musashi, tidak menyimpang dari prinsip alam.

2. Pentingnya Menemukan Apa yang Membuat Lo Genuine

Bahkan jika kamu berjuang dengan rajin di jalan yang kamu pilih hari demi hari, tapi jika hati kamu tidak sesuai jalan tersebut, meskipun sebenarnya kamu berpikir kamu berada di jalan yang baik, dari sudut pandang yang lurus dan benar, ini bukanlah jalan yang genuine. Jika kamu tidak mengejar jalan yang genuine, maka sedikit kebengkokan dalam pikiran nantinya akan berubah menjadi sebuah kesalahan besar. Renungkan ini.”

Hidup itu singkat dan karena kita sudah terpapar banget sama yang namanya collective mindset akibat semakin padatnya kehidupan bermasyarakat dewasa ini, kita jadi takut untuk menunjukan sisi diri kita yang genuine. Kita takut dengan menunjukan diri kita sebagaimana adanya, akan ada respon negatif dari society.

Opsi yang mayoritas orang ikuti saat ini itu template

  1. Sekolah
  2. Kerja
  3. Menikah
  4. Punya Anak
  5. Pensiun
  6. Bahagia Ketika Tua, dan..
  7. Mati 

Gue tidak menyalahkan dan tidak ada masalah kalo lo mungkin secara pekerjaan dan karir membuat lo merasa genuine. Bagus dong ini.

Yang jadi masalah adalah misalnya lo sudah paham apa yang menjadi genuine lo tapi karena tidak percaya diri dan tidak yakin kalau lo pasti bisa, akhirnya dengan setengah hati lo melakukan apa yang gak membangkitkan gairah.

Seperti halnya Musashi yang mencapai level master dari seni pedang, pertama-tama, lo harus selalu bertindak demi kebaikan genuine lo.

3. Pikiran Harus Selalu Tenang, Bahkan di Kondisi Ekstrem

“Dalam ilmu seni bela diri, jangan biarkan keadaan pikiran kamu berbeda dengan keadaan pikiran normal. Baik dalam peristiwa sehari-hari maupun militer, keadaan pikiran kamu tidak boleh berubah sedikit pun, tetapi harus luas dan lugas, tidak terlalu tegang atau terlalu santai…. Selalu tenangkan pikiran bahkan ketika kamu terlibat dalam tindakan yang cepat dan menegangkan. Pikiran tidak boleh terganggu oleh tubuh, demikian pula tubuh tidak boleh terganggu oleh pikiran.”

Musashi Miyamoto selalu tenang ketika duel berlangsung.

Bahkan meskipun dia paham banget bahwa kematian posisinya cuma sejengkal dari dirinya saat duel.

via GIPHY

Ini semakin meyakinkan kita kalau ketenangan pikiran itu merupakan kunci kesuksesan.

Karena dengan ketenangan di pikiran lo jadi fully present dan fokus sama hal yang lagi lo lakuin.

Ini mirip sama istilah state of flow dari buku Flow: The Psychology of Optimal Experience karya Mihaly Csikszentmihalyi, dimana seseorang into banget sama suatu aktivitas, kayak tenggelam rasanya.

Semuanya terasa menghilang. Tidak ada beban pikiran. Tidak ada masa lalu dan masa depan. Hanya ada sekarang. Seperti mengalir rasanya.

4. Aturan 10.000 Jam

Siapa di dunia yang dapat mengaplikasikan secara langsung ilmu seni bela diri saya? Dia adalah seseorang yang terus latihan siang dan malam dengan tekad untuk akhirnya menyempurnakannya, setelah menyempurnakannya, dia memperoleh kebebasan yang unik, secara spontan mencapai keajaiban, dan diberkahi dengan kekuatan penetrasi yang tak terbayangkan. Beginilah hukum kosmik dijalankan melalui seni bela diri.

Kesimpulannya, tidak ada yang instan di dunia ini.

Seperti halnya Musashi Miyamoto, supaya lo bisa menjadi master dalam sesuatu, natural dalam sesuatu, lo butuh kerja keras dan konsisten, yang mana awalnya pasti terasa tidak nyaman.

Ada istilah untuk mencapai level master dalam sesuatu setidaknya lo harus menghabiskan waktu minimal 10 ribu jam praktek dan mengasah skill.

Mungkin contohnya kayak ketika lo melihat aktor yang sudah “menghilang” banget pas lagi akting seperti Tora Sudiro atau Vino G Bastian, itu semua hasil dari latihan bertahun-tahun atau bahkan berpuluh-puluh tahun mereka.

Juga dari sisi neurosains, semakin sering kita melakukan suatu aktivitas tertentu, benang neuron yang merepresentasikan aktivitas tertentu tersebut semakin kuat di otak. Semakin kuat benang tersebut, artinya semakin natural buat kita.

Lo pasti ingat Musashi Miyamoto sudah masuk ke dunia per-duel-an sejak usianya masih 12/13 tahun. Jadi tentu tidak heran kenapa dirinya begitu ahli dalam tebas-menebas dan juga memahami psikologi musuh.

Leave a Reply